Rabu, 02 Mei 2012

Mengakui Kedaulatan Tuhan

Keluaran 7: 14-25 Cara apa yang Tuhan bisa pakai agar orang megakui kedaulatan-Nya atas hidup mereka? Salah satunya dengan menghancurkan semua yang menjadi pegangan hidup mereka, sehinga mau tidak mau mereka berpaling kepada satu-satunya yang bias menyelamatkan mereka Tulah pertama dijatuhkan, tulah air menjadi darah mengerogoti sedi utama kehidupan bangsa mesir. Sungai nil,yang selama ini disembah sebagai salah satu dewa utama mesir, jadi tak berfungsi. Padahal nil adalah sumber air minum dan sekaligus sumber makanan, karena ikan hidup didalamnya. Melalui tulah itu Allah memaksa firaun untuk mengakui bahwa Allah tidak untuk dimain-mainkan. Tulah ini menimbulkan bencana besar bagi penduduk mesir karena nil merupakan sumber semua aliran air yang ada di mesir. Namun ketika para ahli mesir menghasilkan mujizat yang serup, mengubah air menjadi darah, firaun berkeras menolak megakui Allah. Ini merupakan kebodohan. Firaun tidak mau menyadari bahwa para ahlinya telah kalah melawan kuasa Allah, mereka hanya mampu meniru mujizat yang dilakukan musa, yang sebenarnya justru menambah sengsarah bagi rakyat, karena semua air jadi tidak dapat digunakan untuk apapun. Jika memang mampu seharusnya mereka mengadakan mujizat air jernih. Akibatnya harga yang mahal harus di bayar oleh masyarakat mesir karena kekebalan dan kekerasan firaun. Kadang-kadang tuhan memakai bencana untuk menyadarkan manusia bahwa mereka tidak bias menolak Allah dalam hidup mereka. Anak-anak tuhan pun tidak jarang harus dicambuk dengan penderitaan hidup agar mereka sunguh-sunguh mengandalkan tuhan dalam hidup mereka, bukan kekuatan atau hemat sendiri. Sebab itu kita perlu belajar mengakui kedaulatan Allah atas hidup kita, bahkan kita perlu menundukan diri dan taat pada cara yang tuhan terapkan dalam hidup kita. “Taat adalah kunci dari keberhasilan” Buletin mingguan Gkii gunung cermin sempaja Samarinda Kaltim edisi 13 November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar