Senin, 30 April 2012

Tujuan Allah Didalam Kesulitan Hidup

Roma 8: 28-29 Bila kita dapat memilih berapa banyak kesulitan hidup yang akan kita hadapi hari ini, tentu kita akan memilih angka Nol. Namun Allah justru meletakan tujuan di dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Dengan kuasanya dia memakai setiap pengujian kita untuk mengenapi rencananya. Salah satu tujuan Allah mengijinkan kesulitan hidup untuk kita alami adalah agar kita semakin intim dalam persekutuan kita dengan nya. Allah tau kita sering bergumul dalam memberikan prioritas baginya. Banyak diantara kita yang menempatkan prioritas yang lebih tinggi pada keluarga dan teman-teman dari pada persekutuan dengan Allah. Ada juga yang memprioritaskan uang, pekerjaan atau hobi. Dan pada saat tuhan melihat bahwa kita cenderung menjauhinya, dia dapat saja memakai kesulitan hidup demi menarik kita kembali sehingga kita dapat memberikan kepadanya ketempat yang lebih layak. Alasan lain mengapa Allah mengijin kan kesulitan utuk terjadi adalah untuk membawa kita semakin serupa dengan kristus. Kesuliatan hidup yang kita alami dapat memunculkan area-area yang tidak kudus ke permukaan: Allah juga mengunakan kondisi ini untuk memproses, membentuk dan memangkas kita. Proses pengudusan yakni pembangunan karakter kristus dalam hidup kita dimulai pada keselamatan baru akan akan berakhir pada saat kita menghembuskan nafas terakhir. Tujuan lainya adalah untuk membuka kesadaran kita akan Allah. Iman kita di uji justru pada saat-saat yang sukar. Muda sekali kita untuk berkata,’’Allah itu baik’’ pada saat sesuatu berjalan lancer. Tetapi bila keadaan mulai kacau, masih dapatkah kita mempercayainya? Dan apakah kata-kata dan tindakan kita itu sunguh-sunguh menyakan iman kita? Raja Daut menghadapi banyak kesulitan hidup keluarga yang memberatkan, dikejar-kejar musuh, dan penghianatan dari orang-orang yang dekat dengannya. Tetapi melalui pengujian itu ia mengalami hubungan yang semakin dalam dengan Allah, iman semakin kuat,serta karakter yang semakin menyerupai karakter Allah. Bersediahkah anda mengijinkan Allah untuk mengenapi tujuannya di dalam situasi anda sekarang? Buletin mingguan Gkii gunung cermin sempaja Samarinda Kaltim edisi 16 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar