( 1 samuel 3;1-10)
Hidup dirumah Tuahan, tetapi
tidak mengenal Tuhan. Itu adalah hal
yang ironis dalam hidup Samuel yang di asuh oleh seorang imam, seorang pelayan
Tuhan tetapi tidak mendengar suara Tuhan.
Demikian yang dialami oleh Samuel ketika ada suara yang memangilnya
namanya maka dia datang kepada imam eli, dia berfikir Eli yang memangilnya.
Mengapa Samuel belum bisa menganalisa siapa yang sebenarnya memangilnya
namanya. Pada ayat tujuh dalam bacan ini di catat inti permasalahan nya. Yakni
imam Eli belum pernah memberitahukan atau mengajar kepada Samuel tentang Tuhan. Sehingga walaupun sampai tiga
kali nama Samuel dipanggil, dia belum mengenal bahwa yang memangil dia adalah
Tuhan.
Sangat di sayang kan ketika kita
memperhatiakan kisah darikeluarga hamba Tuhan ini, yang sibuk melakukan
kegiatan pelayanan namun hal yang mendasar mengenal Allah secara pribadi tidak
pernah di ajarkan didalam kehidupan keluarganya. Hal ini tidak hanya dialami
oleh samuelsebagai anak angkat, tetapi juga anak imam Eli sendiri. Mereka
membuat sewenag-wenag atas persembahan korban. Mereka telah berbuat jahat dan
tidak menghormati kekudusan Allah.
Melalui prikop ini Tuhan hendak
mengajarkan kepada kita sebagai orang percayabahwa mengenal Allah merupakan hal
yang utama. Selanjutnay kita juga mengajarkan kepada anak-anak kita untuk
mengelal Tuhan misalnya dengan cara membaca Alkitab bersama-sama. Ini merupakan
tanggung jawab yang tuhan berikan kepada orang tua (ulangan 6:5-7)
“Mengenal
akan Tuhan Allah menentukan masa depan anak-anak keluarga kita”